Desa dan Kepulangan Anak Muda (Part III)

Diposting pada

Desa dan Kepulangan Anak Muda ditulis oleh Dhimas Agung Ramadhan

KEPULANGAN ANAK MUDA


Melihat kondisi masa depan desa yang mulai cerah sebenarnya kita sudah tidak memiliki alasan lagi bahwa harapan muncul dari desa bagi anak muda desa diperantauan bisa mulai merubah paradigma berpikir tentang hegemoni urbanisasi adalah solusi utama, saya tidak melarang anak muda kita pergi merantau ke kota besar, banyak orang-orang besar muncul justru lahir dari desa.

Zaman telah berubah maka dari itu diperlukan cara-cara tak biasa dalam menjawab perubahan itu yaitu dengan pulang ke desa, anak muda desa yang semula ingin menetap di kota mulailah berpikir ulang dengan merantau hanya untuk sementara dengan tujuan mencari pengalaman dan mempelajari pola sukses dan mencari koneksi dan mengumpulkan modal untuk kembali ke desa dan menyiapkan segala infrastruktur di desa, terutama para sarjana kita, pembangunan infrastrukstur yang sedang dilakukan pemerintah seperti pembangunan Jalan Tol, Jembatan, pelabuhan dan Bandara bertujuan agar pergerakan ekonomi tumbuh lebih merata serta mempermudah kita dalam melakukan mobilisasi dari satu tempat ke tempat yang lain dapat kita tempuh dalam waktu singkat tak selama dulu.

Bukan tidak mungkin kita dapat hidup di desa karena akses transportasi yang makin mudah kita akan dapat berpindah-pindah jika ada keperuan mendadak harus ke kota atau luar daerah dengan mengakses kendaraan baik itu kereta api, pesawat, mobil maupun kapal laut.

Salah satu contoh sosok Nofi Bayu Kurniawan pemuda purbalingga founder Kampung Marketer mempunyai mimpi, bisa menggerakkan sebanyak-banyaknya warga desa untuk berjualan online yang sehat, berkelanjutan, dan terukur. Tidak asal memiliki toko online. Upayanya pun tak sia-sia, banyak warga desa yang terbantu berkat gagasan Novi. Pengorbanannya pun tak sedikit demi mewujudkan mimpi dimana Novi rela keluar dari salah salah satu kementerian untuk menggeluti bisnis online.

Alhasil Pria ini berhasil membuat digital pbg yakni tentang tips dan trik berbisnis online, akan semakin intensif menggerakan masyarakat agar semakin menyadari jika peluang usaha selalu terbuka untuk siapapun yang mau belajar. Saat ini nofi focus berbagi pemikirannya agar kedepannya akan muncul pemuda-pemuda yang bergerak memajukan masyarakat desa. Saya percaya banyak anak muda kita yang mulai sadar ini dan seyogyanya semangat ini harus digaungkan.

Adapun cara lain yaitu dengan terlibat langsung menjadi bagian membangun desanya salah satunya dengan mengaktifkan kegiatan kepemudaannya, pengelolaan BUMDes, menjadi enterpreneurs atau mencalonkan diri sebagai pemimpin desa dapat menjadi salah satu alternative agar proses regenerasi kepemimpinan ke tangan anak muda dapat terjadi tentu semata-mata untuk memastikan harapan baru demi perubahan ke arah yang lebih baik dimana tahun 2030 nanti Indonesia akan menyambut Bonus Demografi.

Tentu program ini tidak dapat berjalan secara baik jika tidak ditunjang pemimpin yang fokus ke desa dengan pengelolaan yang baik dan ditunjang dengan SDM yang mendukung serta inovasi. Dampak besarnya mungkin akan dirasakan 5-10 tahun lagi bahkan tidak menutup kemungkinan kaum muda kreatif kota akan berbalik untuk pindah ke desa. Tentu hal ini dapat terjadi jika infrastruktur yang memadai, ada kegiatan ekonomi yang memungkinkan mereka menjadi lebih produktif tentu yang paling utama adalah teknologi internet yang menjamin konektivitas.


Pembangunan infrastruktur dan juga manusia ini mampu mendorong pembangunan mental manusia di perdesaan yang berdaya dan individu –individu yang memiliki kemampuan entrepreneurship yang apik tentu dengan bagaimana mampu terjalinnya kolaborasi dengan seluruh stake holder dengan membangun sharing economy. 

Keterbukaan informasi memudahkan para pengembang BUMDes ataupun Prukades belajar tentang manajemen desa, keuangan, bahkan sampai teknik pertanian dan perkebunan sehingga kita bisa memutuskan mata rantai oknum-oknum desa yang mencoba mengambil keuntungan dari ketidaktahuan masyarakatnya yang menyebabkannya berhentinya pengembangan desa ini dapat mulai dicairkan sehingga penyelewengan tidak terjadi. 

Jika program dana desa dan kepulangan anak muda ini berhasil disambut baik oleh masyarakat maka Indonesia bisa memberi perspektif baru kepada dunia dimana perpindahan yang berkebalikan dengan megacity dari kota ke desa. Desa akan menjadi pusat ekonomi yang produktif bukan tidak mungkin dengan kemajuan desa akan memacu tumbuhnya kelas menengah nantinya.

Awal : https://www.pemudapurbalingga.com/desa-dan-kepulangan-anak-muda-part-i/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *