DesaMind Buka Chapter di Purbalingga dan Enam Daerah Lain di Indonesia

Diposting pada

“Indonesia Tidak akan Besar karena Obor di Jakarta, tapi Indonesia akan Bercahaya karena Lilin-Lilin di Desa.” – Bung Hatta

Desamind merupakan organisasi non-profit yang bergerak sebagai partner masyarakat desa dalam bidang pendidikan dan sosial untuk membentuk masyarakat desa yang maju, berdaya saing, dan melek peradaban tanpa menghilangkan grass root mereka. Desamind bergerak dari akar rumput dengan prinsip bottom-up hierarchy dan berupaya menyalakan lilin-lilin di Desa. Membangun value dan membentuk social capital dari tingkat bawah agar program-program yang dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai pada masyarakat sasaran.

Walaupun masih berusia dini, Desamind telah masuk nominasi Nasional tiga Besar Mata Garuda Prize 2020 sebagai Organisasi/Komunitas terbaik dalam bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan yang memberikan manfaat luas kepada masyarakat di Indonesia. Desamind memiliki beberapa program unggulan diantaranya Beasiswa Desamind, Leadership Camp Desamind, Mind-Talk, Mind-Stream dan Mind-Cloud, Desamind Award, Gerakan 1000untukdesa, Desamind Chaprity, Lilin-lilin Desamind (LLD) Community, dan juga Pembukaan Chapter Desamind di daerah-daerah di Indonesia.

Tidak hanya pengurus Pusat saja yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan juga dunia (Prancis dan Hong Kong), namun Desamind juga memiliki Lilin-Lilin Desamind (LLD) Community yang tersebar di 12 regional di Indonesia mulai dari Sumatera hingga dengan Maluku. 

Desamind terus mengajak pemuda di daerah untuk  ikut bergerak bersama menyalakan lilin-lilin di Desa dengan menginisiasi Chapter di wilayahnya. Pada periode pertama, Desamind mengesahkan Tujuh Chapter Desamind yang berada di Purbalingga (Jawa Tengah), Rokan Hilir (Riau), Bogor (Jawa Barat), Jogja (DIY), Bandung (Jawa Barat), Solo Raya (Jawa Tengah) dan Majalengka (Jawa Barat). Desamind Chapter Purbalingga sendiri diinisiasi oleh tujuh orang pemuda/i yaitu Glagah Eskacakra Setyowisnu, Kintan Nur Romadhona, Nur Hidayati Fitriana, Fatmi Sri Hastani, Dewi Sartinah, Vita Nurhayati, dan Yoga Hediasa.  Kepala Desamind Chapter Purbalingga periode pertama ini diketuai oleh Glagah Eskacakra Setyowisnu.

Chapter Desamind sendiri merupakan kepengurusan aktif di Daerah yang melaksanakan berbagai program pengembangan termasuk pemberdayaan bagi desa yang disesuaikan dengan potensi yang ada di dearahnya. Chapter juga akan memiliki desa mitra yang akan difokuskan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa terkait.

Desamind sendiri didirikan oleh enam orang yang berasal dari beragam profesi dan latar belakang, mulai dari Dosen, CEO, Mahasiswa, dan juga penulis, yaitu Hardika Dwi Hermawan, Evi Lestari, Yulia Susanti, Restia Ningrum, Zakky Muhammad Noor, dan Khoirudin Nur Wahid. Hardika sendiri merupakan pemuda asli Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kab. Purbalingga yang saat ini berprofesi sebagai Dosen. 

Desamind berkomitmen untuk menjembatani dalam mempersiapkan anak-anak muda yang nantinya memiliki kompetensi world class, namun mereka tidak lupa dan memiliki grass root understanding yang baik. Selain itu, Desamind juga menjadi jembatan mereka yang telah memiliki kompetensi world class dengan pehamahan grass root, untuk saling bersama-sama membangun mulai dariakar rumput. Desamind, Ingat Bangsa! Ingat Desa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *