Memanfaatkan Masa Libur Semester di Tengah Pandemi Covid-19

Diposting pada

Pemuda Purbalingga, khususnya Mahasiswa Purbalingga, menjumpai masa libur semester yang berbeda dengan biasanya?

Saat ini mayoritas mahasiswa di Perguruan Tinggi di Indonesia telah menyelesaikan ujian akhir semester (UAS), ini berarti masa libur sebentar lagi akan datang. Meskipun sejak 3 bulan yang lalu para mahasiswa sudah menikmati masa kuliah di rumah atau kos masing-masing. Pembelajaran luring diganti dengan metode daring. Kuliah tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 memberikan dampak ke seluruh lapisan masyarakat termasuk didalamnya para Mahasiswa.

Biasanya orang-orang pergi ketempat wisata saat liburan, namun liburan kali ini berbeda karena kita ditengah pagebluk covid-19

Mungkin tidak seperti waktu liburan-liburan sebelumnya yang dapat menikmati masa libur semester dengan mengunjungi berbagai tempat wisata. Tujuannya tidak lain untuk melepas penat dari tugas-tugas kuliah yang begitu melelahkan. Meskipun kuliah saat ini dilaksanakan dengan metode daring akan tetapi tetap saja membutuhakan usaha yang besar. Tugas tetap saja datang silih berganti ditambah dengan pergerakan dan kegiatan yang terbatas, sehingga mungkin liburan merupakan alternatif yang sangat tepat. Tetapi berada di tengah pandemi Covid-19 dengan peningkatan korban positif masih tinggi dan belum ada tanda-tanda penurunan, mengunjungi tempat wisata pada masa liburan kali ini harus banyak pertimbangan.

Akan tetapi bukan seorang mahasiswa jika tidak memiliki solusi di tengah permasalahan. Ada banyak alternatif yang dapat dilakukan selain dengan melakukan kunjungan ke tempat wisata. Kecanggihan teknologi dapat menjadi solusi. Hanya bemodalkan gadget dan koneksi internet, nantinya para mahasiswa dapat diantarkan ke tempat wisata secara virtual. Ada banyak alamat-alamat daring yang menyediakan wisata secara virtual. Selain itu ada juga kegiatan-kegiatan seperti webinar untuk menambah kapasitas dan peningkatan pengetahuan bagi mahasiswa yang senang belajar dan bonus sertifikat tanpa harus hadir dan bertatapan langsung di depan narasumber secara luring.

Selain dapat melakukan liburan dan pembelajaran tambahan secara virtual, para mahasiswa juga dapat mengisi masa libur dengan mengasah keahlian. Mengasah keahlian sesuai minat dan bakat merupakan hal yang sangat tepat dilakukan. Mahasiswa sangat membutuhakan softskill yang tidak didapatkan dari pembelajaran di kampus. Rumah atau kost-kostan saat ini bukan hanya sekedar tempat persinggahan untuk melepas lelah di malam hari, akan tetapi juga dapat digunakan sebagai tempat dan ruang-ruang kreatifitas untuk mengasah keahlian.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah melakukan olahraga. Olahraga merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Banyak pilihan olahraga dari mulai dari lari, senam, yoga, bersepeda, dan pilihan olahraga lainnya. Selain menambah kesehatan jasmani dan rohani, olahraga juga dapat memberikan kebahagiaan daripada tidak melakukan kegiatan apapun selain rebahan di kamar.

Aktifitas lain yang dapat di lakukan mahasiswa di tengah liburan semester adalah kegiatan sosial. Mahasiswa yang tetap memegang kewajiban sebagai agent of change dapat mengimplementasikan dengan cara melakukan pengabdian di tempat masing-masing sesuai dengan keahlian dan kemampuan dari pribadi mahasiswa. Berdasarkan data dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) jumlah mahasiswa di Indonesia mencapai 7,5 juta jiwa. Hal ini menjadi keuntungan negara ini. Jika setiap mahasiswa yang sedang melakukan liburan di tengah bencana non-alam (Covid-19) memberikan kontribusi secara langsung pada masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan sosial sesuai profesi yang digeluti di kampusnya atau mungkin dengan melakukan kegiatan sosial seperti melakukan penggalangan-penggalangan dana dengan bergabung dengan komunitas-komunitas sosial yang ada.

Mahasiswa yang dalam masyarakat dinilai memiliki tempat dan kedudukan yang tinggi dapat memberikan kontribusi nyata ditengah situasi-situasi sulit yang dirasakan masyarakat saat ini. Melalui daya kritis yang dimiliki setiap mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi dengan melakukan perubahan-perubahan kecil yang nyata. Edukasi kepada masyarakat juga merupakan solusi alternatif ditengah banyaknya kabar hoax yang ada di masyarakat. Masyarakat sangat membutuhkan upaya-upaya setiap mahasiswa.

Senin, 15 Juni 2020 Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah mengumumkan pembelajaran di Perguruan Tinggi pada semester depan secara keseluruhan akan diadakan melalui daring, bagi mahasiwa di Perguruan Tinggi Negeri akan memulai pembelajaran pada semester gasal pada bulan Agustus dan Perguruan Tinggi Keagamaan akan memulai pembelajaran semester gasal pada bulan September. Waktu 2-3 bulan masa liburan ini sangat perlu digunakan untuk kegiatan-kegiatan produktif sebagaimana yang sudah didiskripsikan di atas sebagai pilihan alternative dalam menikmati masa libur semester di tengah pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan akan hilang di Indonesia.

Waktu akan cepat sekali berlalu. Produktifitas harus terus terjaga meskipun di masa liburan. Timeline dan manajemen waktu sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi diri selama ini. Semoga pandemi ini akan segera berakhir dan mahasiswa dapat berkontribusi dengan hal-hal yang dapat dilakukan sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing meskipun memulai dari lingkup dan langkah kecil.

pemudapurbalingga.com

Penulis artikel : Anif Muchlashin | Mahasiswa Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Universitas Gadjah Mada.

SEO & Editor : Dwi K. Alfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *