Pemuda Purbalingga Adakan “Srawung Desa” di Penolih

Diposting pada

Pemuda Purbalingga atau Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Purbalingga melakukan kunjungan ke Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Sabtu (29/09/2020). Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan “Srawung Desa” yang merupakan salah satu program KNPI Purbalingga. Istilah “Srawung” sendiri bukan hanya dimaknai melakukan perkumpulan / perjumpaan tapi media saling bercerita realitas, inspirasi dan belajar.

Kegiatan tersebut disambut baik oleh Kepala Desa Penolih, Ketua Karang Taruna Desa Penolih, dan sejumlah pemuda dari Organisasi Kemasyaraakatan Pemuda (OKP) setempat.

Dalam sambutanya Kepala Desa Penolih, Sosro Purnomo berharap kunjungan KNPI dapat memberikan motivasi dan inpirasi bagi para pemuda di desa, “Sebenarnya pemuda Penolih sudah aktif, namun karena kondisi pandemi jadi terasa sepi karena tidak ada kegiatan. Kami berharap datangnya KNPI membawa ilmu yang bisa dibagikan, sharing pengetahuan, dan bagaimana memanfaatkan teknologi di era pandemi agar pemuda di desa tetap produktif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Penolih Lukito menceritakan tentang kondisi perekonomian di desa. Ia mengatakan banyak potensi dan produk dari desa namun sulit untuk mempromosikannya. “Kalau bisa ada kerja sama / sebuah program antara KNPI dengan pemuda desa untuk memasarkan atau mejual produk – produk desa,”katanya.

Ketua KNPI Purbalingga, Dhimas Agung Ramadhan mengatakan melalui Srawung Desa, Pemuda Purbalingga dalam hal ini KNPI dapat silaturhami langsung ke masyarakat desa, khususnya pemuda. “Kami juga ingin tahu kegiatan kepemudaan apa aja yang ada di desa. Nantinya bisa kami jadikan pertimbangan program apa yang dapat dikolaborasikan, kebetulan kalau bisa berbagi ilmu atau pengalaman kami siap berbagi, ” ungkap Dhimas .

Tambahnya, beberapa program yang mungkin bisa dikolaborasikan antara lain Walaha (Warung Latihan Usaha) dan pengenalan potensi/produk desa melalui media daring, baik berupa pelatihan atau akses pemberitaan di website pemudapurbalingga.com.

Selain itu Dhimas juga memberikan pesan agar pemuda di desa bisa berjejaring atau senang berorganisasi. “Kalau pemuda hanya mencari materi rasanya kurang, pemuda harus membangun visi yang sama untuk berkontribusi kepada masyarakat, salah satunya melalui organisasi. Sering – sering ‘srawung’ saja. Sebagai pemuda, jangan lupa berani bercita – cita dan berani mewujudkannya menjadi kenyataan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *